Saturday, 2018-02-24, 1:04 AM

www.marketglobal.at.ua

@ByJuanPolletBabuaken

PawyatanDahaUniversityStudent

MENU KAMI
Login form
SEARCHING

SILAHKAN KOMENTAR DISINI
POLLING PEMIRSA
Rate my site
Total of answers: 5
STATISTIC ONLINE

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
ChordFrenzy.com - Lirik dan Kord Musik Indonesia
Bikin Website
http://negeriads.com/ppc-new-adblock.php
DARI KERISPATIH ~ BUAT MAHAPATIH
GRATIS DOWNLOAD FILM DAN LAGU DISINI
KOLEKSI ARTIKEL - ARTIKEL DISINI
MUSIC EDITIONS DISINI
GRATIS SOFTWARE FOR PC & PORTABLE DOWNLOAD DISINI
GRATIS SOFTWARE PHONE MOBILLE DOWNLOAD DISINI
GRATIS DRIVER DOWNLOAD DISINI
GAMES ONLINE LANGSUNG DISINI
SMS GRATIS SEKARANG DISINI
DAFTAR EMAIL LANGSUNG DISINI
PUISI CINTA [25]
PUISI PERSAHABATAN [9]
TIPS AND TRICK [1]
SAJAK [0]
SYAIR [0]
KATA BIJAK CINTA [4]
KATA BIJAK KEHIDUPAN [8]
Main » Articles » KUMPULAN ARTIKEL » KATA BIJAK KEHIDUPAN

AGAR SI KECIL TAK JADI BANDIT
TIDAK ada orangtua yang bisa lepas dari kenakalan anak-anak. Hal ini dialami juga oleh seorang aktris cantik. Beberapa bulan lalu, anaknya kepergok mencuri pakaian di sebuah counter di salah satu mal kawasan Jakarta Selatan.

Ketika dikonfirmasi saat itu, artis tersebut mengatakan sangat kaget dan tak mengetahui hal itu. Namun ia tetap membela permata hatinya dengan mengatakan, “Aku pikir, itu awal bagian dari pertumbuhannya. Nggak ada masalah, kok. Dia baru 10 tahun. Melakukan kesalahan itu boleh saja, asal satu kali. Kalau berkali-kali, itu namanya bodoh.”

Namun, ketika ditanya apakah anaknya punya penyakit klepto (hobi mencuri), dia enggan menjawab. “Nanti aku cek, ya. Aku belum bisa kasih komentar lebih jauh. Terima kasih ya,” pungkasnya meninggalkan wartawan ketika itu.

Menurut Yelia Dini Puspita, psikolog khusus anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan UI dan Konsultan Psikologi, TKIF Al Fikri, Depok, tindakan yang dilakukan anak-anak, seperti mencuri, klepto, menyakiti temannya, belum termasuk dalam perilaku kriminal.

“Perilaku kriminal mengacu pada tingkah laku melanggar hukum yang dilakukan oleh orang dewasa. Sedangkan tingkah laku yang dilakukan diatas lebih pada pelanggar aturan yang dilakukan oleh anak atau remaja. Istilah yang lebih tepat adalah masalah tingkah laku pada anak-anak atau tingkah laku anti-sosial pada remaja,” jelas wanita kelahiran Jakarta, 7 Juli 1977 ini.

Menurut Dini, masalah tingkah laku mengacu pada tampilnya tindakan yang tidak sesuai dengan standar keluarga, sekolah, atau lingkungan yang lebih luas. Sedangkan tingkah laku antisosial mengacu pada tampilnya tingkah laku yang melanggar aturan sosial secara berulang atau menetap.

Masalah tingkah laku, kata dia, dapat muncul pada tahap-tahap perkembangan tertentu. Misalnya tingkah laku agresif yang umumnya muncul ketika anak berusia empat tahun dan berkurang setelah anak lebih terampil mengekspresikan isi pikiran atau perasaan secara verbal.

“Setidaknya anak pernah menampilkan masalah tingkah laku dalam perkembangannya, seperti berkelahi, membolos sekolah, bahkan mencuri,” ucap Magister Profesi Psikologi, kekhususan Klinis Anak ini.

Ibu satu putri ini juga mengungkapkan bahwa beberapa anak dengan masalah tingkah laku tidak berkembang menjadi anti-sosial atau kriminal. Masalah tingkah laku tersebut menjadi bagian dari perkembangannya dan akan lewat dengan sendirinya.

“Namun jika tingkah laku yang ditampilkan terus berulang bahkan menjadi suatu pola tingkah laku yang menetap, maka hal itu perlu mendapatkan perhatian dan penanganan khusus,” tekannya.

PENYEBAB ANTI-SOSIAL
Penyebab tingkah laku anti-sosial yang dilakukan anak:

- Ada indikasi bahwa faktor bawaan dan temperamen berperan terhadap munculnya tingkah laku tersebut, namun faktor ini tidak cukup kuat untuk memicu tampilnya tingkah laku anti-sosial.

- Kerusakan atau disfungsi neurologis dapat memicu tampilnya tingkah laku anti-sosial. Dalam hal ini terdapat hubungan yang signifikan antara disfungsi neurologis dan kecenderungan untuk melakukan tindakan anti-sosial, walau hubungan tersebut tidak secara langsung dan spesifik, serta banyak tergantung pada interaksi antara anak dan lingkungan tempat ia dibesarkan.

- Pandangan sosiologi menyatakan bahwa kondisi sosial merupakan dasar dari tindakan anti-sosial, seperti kemiskinan dan lingkungan tempat tinggal yang tidak adekuat (misalnya lingkungan dengan tingkat kriminatlitas yang tinggi).

- Kondisi keluarga dan pola pengasuhan juga berperan pada tampilnya tingkah laku anti-sosial. Pelaku tindakan anti-sosial biasanya berasal dari keluarga yang tidak kohesif. Adanya tingkat kekerasan yang tinggi dalam keluarga (baik antar orang tua maupun antara orang tua dengan anak), atau penerapan disiplin yang tidak adekuat seperti pola disiplin yang berubah-ubah dari sangat permisif hingga sangat keras.

PARAMETER
Apakah anak Anda Anti-Sosial? Ini parameternya:

- Apakah tindakan yang dilakukan hanya merupakan reaksi sesaat atau merupakan pola tingkah laku yang menetap?

- Seberapa serius tindakan tersebut bagi anak?

- Bagaimana pengaruh tindakan tersebut bagi orang lain?

- Apakah ada alasan yang jelas dibalik tingkah laku yang ditampilkan?

TREATMENT
Perlu bantuan profesional dan treatment jika anak menampilkan tindakan:

- Tindakan agresif terhadap orang lain atau binatang dalam intensitas yang tinggi dan dilakukan secara berulang-ulang.

- Tindakan merusak milik orang lain (seperti membakar rumah, atau tindakan yang merugikan orang lain).

- Tindakan-tindakan pencurian (masuk ke rumah atau mobil orang lain tanpa ijin yang dilakukan secara sengaja untuk mencuri, atau mencuri barang orang lain di jalan yang menimbulkan korban).

- Terjadinya pelanggaran hukum secara serius

Source: http://www.untukku.com/artikel-untukku/agar-si-kecil-tak-jadi-%e2%80%99bandit%e2%80%99-untukku.html
Category: KATA BIJAK KEHIDUPAN | Added by: pollet (2009-07-22) | Author: arif handriono
Views: 430 | Rating: 0.0/0 |
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Make Money Journey Make Money Online How To Make Money